Rudal Iran Hantam Israel Saat Netanyahu Ancam Khamenei

Rudal Iran Hantam Israel Saat Netanyahu Ancam Khamenei

plainviews.org  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya muncul di hadapan publik sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Ia memberikan keterangan pers di Tel Aviv pada Kamis, 12 Maret 2026.

Konferensi pers tersebut menjadi penampilan resmi pertama Netanyahu sejak konflik militer meningkat antara Israel dan Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah situasi keamanan yang masih sangat tegang di kawasan.

“Baca Juga: Netanyahu Ancam Mojtaba Khamenei Usai Muncul Publik”

Kemunculan Netanyahu menarik perhatian luas karena terjadi di tengah eskalasi konflik regional. Ketegangan militer antara kedua negara telah memicu serangkaian serangan dan balasan di berbagai wilayah Timur Tengah.

Pidato disiarkan secara langsung kepada publik dan media internasional. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan perkembangan operasi militer Israel terhadap Iran.

Sirene Serangan Udara Berbunyi Saat Netanyahu Berbicara

Situasi dramatis terjadi ketika konferensi pers berlangsung. Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Israel.

Peringatan serangan udara langsung diumumkan di beberapa wilayah Israel bagian tengah. Sirene pertahanan udara terdengar di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv.

Pasukan Pertahanan Israel atau IDF sebelumnya telah mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran. Informasi tersebut segera memicu sistem peringatan darurat nasional.

Pemerintah Israel juga mengirimkan notifikasi darurat ke ponsel warga di wilayah tengah negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat mengenai ancaman serangan.

Meski situasi darurat terjadi, siaran langsung konferensi pers tetap berlangsung tanpa gangguan.

Netanyahu Klaim Serangan Israel Lumpuhkan Infrastruktur Iran

Dalam pidatonya, Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer Israel telah memberikan pukulan berat kepada Iran. Ia mengklaim sejumlah target penting telah berhasil dihancurkan.

Menurut Netanyahu, serangan Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir Iran yang dianggap sebagai tokoh penting dalam program nuklir negara tersebut. Ia juga mengatakan operasi militer tersebut merusak kemampuan militer Iran secara signifikan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran disebut mengalami kerusakan besar akibat serangan tersebut. Pasukan paramiliter Basij juga disebut terdampak oleh operasi militer Israel.

Netanyahu menegaskan bahwa Iran kini berada dalam kondisi yang berbeda dibandingkan sebelumnya. “Iran bukan lagi Iran yang sama,” katanya dalam konferensi pers tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa serangan yang dimulai pada 28 Februari telah mencegah Iran memindahkan program nuklir dan balistiknya ke fasilitas bawah tanah.

“Baca Juga: ChatGPT Kembangkan Fitur Peringatan Krisis Mental”

Netanyahu Singgung Pemimpin Baru Iran dan Hizbullah

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Netanyahu juga ditanya mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru terpilih, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ia juga diminta memberikan tanggapan mengenai pemimpin Hizbullah Naim Qassem.

Netanyahu menolak memberikan jaminan keamanan kepada kedua tokoh tersebut. Ia mengatakan tidak akan memberikan “polis asuransi jiwa” kepada pemimpin organisasi yang dianggap sebagai musuh Israel.

Pernyataan tersebut menunjukkan sikap keras pemerintah Israel terhadap para pemimpin yang dianggap terkait dengan kelompok militan di kawasan.

Komentar Netanyahu juga memperlihatkan ketegangan politik yang semakin meningkat di tengah konflik militer antara Israel dan Iran yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *