Rockstar Games Hadapi Tuduhan Gaji Rendah dan Lembur

Rockstar Games Hadapi Tuduhan Gaji Rendah dan Lembur

plainviews.org  Rockstar Games kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan baru mengenai kondisi kerja di dalam perusahaan. Sejumlah karyawan mengklaim budaya crunch atau lembur berkepanjangan masih terjadi, meski perusahaan sebelumnya berjanji akan memperbaiki lingkungan kerja.

Laporan tersebut muncul di tengah proses pengembangan GTA VI yang menjadi salah satu game paling dinantikan saat ini. Tuduhan itu kembali memunculkan perhatian terhadap praktik ketenagakerjaan di industri pengembangan video game.

“Baca Juga: Steam Machine Dikritik Shuhei Yoshida soal Performa”

Isu Crunch Sudah Mencuat Sejak Era Red Dead Redemption 2

Perdebatan mengenai budaya kerja di Rockstar Games bukanlah hal baru. Menjelang peluncuran Red Dead Redemption 2, jurnalis game Jason Schreier menerbitkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik crunch di perusahaan tersebut.

Dalam laporannya, sejumlah pengembang disebut harus bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang. Kondisi tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan terhadap budaya kerja di studio pengembang game besar.

Pada 2020, Rockstar Games dikabarkan mulai melakukan pembenahan. Perusahaan disebut berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus mengurangi praktik lembur berlebihan.

Saat itu juga muncul laporan bahwa pengembangan GTA VI direncanakan berlangsung secara bertahap. Pendekatan tersebut disebut bertujuan mengurangi tekanan terhadap tim pengembang.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa persoalan tersebut diduga masih belum sepenuhnya terselesaikan.

Karyawan Sebut Crunch Masih Menjadi Bagian dari Pekerjaan

Berdasarkan laporan Game Developer, tiga karyawan Rockstar Games mengungkap bahwa budaya crunch masih berlangsung di dalam perusahaan. Mereka mengklaim praktik tersebut bahkan dianggap sebagai bagian yang lumrah dalam beberapa tim.

Menurut sumber tersebut, terdapat departemen tertentu yang tidak pernah mengalami crunch. Namun, beberapa tim yang mengerjakan GTA VI maupun proyek lain disebut tetap menghadapi tekanan kerja yang tinggi.

Salah seorang karyawan juga mengungkap adanya klausul dalam kontrak kerja di Inggris yang berkaitan dengan jam kerja. Klausul tersebut disebut memberikan pengecualian terhadap Working Time Regulations.

Dalam praktiknya, aturan tersebut diklaim memungkinkan karyawan bekerja melebihi batas jam kerja yang umumnya berlaku. Meski demikian, isi kontrak tersebut belum dipublikasikan secara resmi.

Rockstar Games sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan terbaru yang disampaikan oleh para sumber tersebut.

Sistem Bonus dan Kesenjangan Upah Ikut Disorot

Selain persoalan jam kerja, laporan tersebut juga menyoroti sistem bonus yang diterapkan Rockstar Games. Sejumlah karyawan menilai mekanisme pemberian bonus belum berjalan secara transparan.

Menurut mereka, nilai bonus memiliki pengaruh besar terhadap total pendapatan tahunan. Namun, jumlah yang diterima disebut terkadang lebih rendah dari perkiraan para pekerja.

Beberapa sumber juga berpendapat bahwa bonus terasa lebih sebagai alat untuk mengarahkan perilaku karyawan daripada bentuk penghargaan atas hasil kerja. Penilaian tersebut menjadi salah satu kritik terhadap sistem kompensasi perusahaan.

Laporan yang sama turut menyinggung adanya dugaan kesenjangan upah antara karyawan laki-laki dan perempuan. Disebutkan bahwa perbedaan tersebut semakin melebar dari waktu ke waktu.

Namun demikian, laporan tersebut belum disertai tanggapan resmi dari Rockstar Games mengenai tuduhan tersebut.

“Baca Juga: Redmi Debutkan Headphone Nirkabel dengan Baterai 72 Jam”

Komitmen Perbaikan Lingkungan Kerja Kembali Dipertanyakan

Munculnya laporan terbaru membuat komitmen Rockstar Games untuk memperbaiki budaya kerja kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, perusahaan sempat menyatakan tengah berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi.

Meski telah bertahun-tahun menjadi perhatian publik, sejumlah sumber mengklaim praktik crunch masih terus berlangsung di beberapa bagian perusahaan. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan komitmen yang pernah disampaikan.

Sementara itu, GTA VI tetap menjadi proyek terbesar Rockstar Games saat ini. Pengembangan game tersebut diperkirakan melibatkan ribuan karyawan dari berbagai studio di bawah naungan perusahaan.

Hingga saat ini, Rockstar Games belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan terbaru mengenai dugaan budaya crunch, sistem bonus, maupun kondisi kerja yang diungkap oleh para sumber. Perkembangan selanjutnya kemungkinan akan bergantung pada respons perusahaan terhadap berbagai tuduhan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *