plainviews.org – Spin-off multiplayer dari The Last of Us Part II resmi dibatalkan oleh Naughty Dog. Proyek ini sebelumnya digadang sebagai penerus mode Factions dari game pertama. Berbeda dari mode tambahan biasa, proyek ini dikembangkan sebagai game standalone. Tim khusus dengan visi besar telah mengerjakannya selama bertahun-tahun. Keberadaannya menjadi misteri karena minim informasi publik. Banyak penggemar hanya mengetahui proyek ini dari pernyataan resmi studio. Pembatalan ini menjadi kabar mengejutkan bagi komunitas dan industri. Keputusan tersebut juga berdampak besar pada tim pengembang.
“Baca Juga: Reboot Resident Evil Digarap Zach Cregger”
Proyek Hampir Rampung dan Siap Diumumkan ke Publik
Vinit Agarwal dipercaya sebagai Game Director untuk proyek ini sejak 2016. Ia sebelumnya terlibat dalam Uncharted 4, The Lost Legacy, dan The Last of Us Part II. Menurutnya, pengembangan game sudah mencapai sekitar 80 persen. Proyek ini bahkan dijadwalkan diumumkan pada 15 Desember 2023. Namun, keputusan pembatalan datang hanya sekitar 24 jam sebelum pengumuman. Agarwal mengaku baru mengetahui kabar tersebut sehari sebelumnya. Ia menyebut momen itu sebagai pengalaman yang sangat menghancurkan. Tim telah menghabiskan hampir tujuh tahun untuk mengembangkan proyek ini. Pembatalan mendadak membuat usaha panjang tersebut tidak pernah terlihat publik.
Perubahan Tren Industri Jadi Faktor Utama Pembatalan
Alasan utama pembatalan berkaitan dengan perubahan tren industri game. Pada masa pandemi COVID-19, game online mengalami lonjakan besar. Banyak perusahaan, termasuk Sony, berinvestasi besar dalam proyek live service. Proyek multiplayer ini berkembang dengan skala yang semakin besar. Namun, setelah pandemi mereda, engagement pemain mulai menurun. Kondisi ini memaksa perusahaan mengevaluasi kembali strategi investasi. Proyek besar berbasis online menjadi lebih berisiko secara bisnis. Keputusan pembatalan mencerminkan penyesuaian terhadap kondisi pasar. Faktor ini menjadi penentu utama nasib proyek tersebut.
Prioritas Beralih ke Proyek Baru di Bawah Neil Druckmann
Sony dan Naughty Dog dihadapkan pada pilihan strategis penting. Mereka harus memilih antara melanjutkan proyek multiplayer atau fokus pada proyek baru. Proyek baru tersebut berada di bawah arahan Neil Druckmann. Sebagai presiden Naughty Dog, prioritasnya memiliki pengaruh besar. Akhirnya, studio memutuskan untuk mengalihkan sumber daya ke proyek tersebut. Keputusan ini menunjukkan arah baru pengembangan studio. Fokus kemungkinan kembali pada pengalaman single player yang kuat. Langkah ini sejalan dengan identitas Naughty Dog selama ini. Namun, keputusan tersebut tetap meninggalkan kekecewaan bagi banyak pihak.
“Baca Juga: Shift Up Resmi Beli Studio Unbound Shinji Mikami”
Dampak bagi Developer dan Fans Jadi “What If” Besar
Pembatalan ini menjadi contoh keras realitas industri game AAA. Proyek besar dengan investasi waktu dan sumber daya tetap bisa dihentikan. Tim pengembang kehilangan kesempatan memperlihatkan hasil kerja mereka. Bagi penggemar, ini menjadi salah satu “what if” terbesar dalam sejarah Naughty Dog. Banyak yang berharap melihat evolusi mode multiplayer dalam semesta The Last of Us. Kini, harapan tersebut tidak akan terwujud. Kisah ini juga menunjukkan tekanan besar yang dihadapi developer. Keputusan strategis di level atas dapat mengubah arah proyek secara drastis. Pada akhirnya, pembatalan ini meninggalkan pelajaran penting tentang risiko dalam industri game modern.




Leave a Reply