plainviews.org – Google kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatan di layanan petanya. Kali ini Google Maps mendapatkan peningkatan besar melalui integrasi teknologi AI Gemini.
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Ask Maps. Fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan tentang suatu lokasi langsung di dalam aplikasi.
“Baca Juga: Disney Plus Hadirkan Verts, Video Vertikal Mirip TikTok”
Pengguna cukup menekan tombol Ask Maps lalu mengetik atau mengucapkan pertanyaan. Jawaban akan muncul dalam bentuk percakapan seperti berbicara dengan asisten AI.
Google menyebut fitur ini mampu menjawab pertanyaan dunia nyata yang sebelumnya sulit diproses oleh aplikasi peta biasa. Pengguna dapat mencari berbagai kebutuhan spesifik dengan lebih mudah.
Contohnya termasuk mencari tempat untuk mengisi daya smartphone, lapangan tenis umum dengan lampu malam, atau lokasi yang sesuai dengan kebutuhan tertentu.
Dengan pendekatan percakapan ini, Google Maps mulai berfungsi bukan hanya sebagai alat navigasi. Aplikasi tersebut juga menjadi asisten digital untuk menemukan tempat.
Gemini Memanfaatkan Data Ratusan Juta Lokasi di Maps
Untuk menghasilkan jawaban yang relevan, Gemini memanfaatkan data besar yang dimiliki Google Maps. Sistem ini menganalisis informasi dari lebih dari 300 juta lokasi di seluruh dunia.
Selain data lokasi, Gemini juga memanfaatkan ulasan komunitas pengguna Maps. Saat ini Google Maps memiliki lebih dari 500 juta kontributor yang memberikan ulasan dan informasi lokasi.
Data tersebut membantu AI memahami karakter suatu tempat secara lebih detail. Informasi seperti fasilitas, suasana, dan pengalaman pengunjung dapat dianalisis secara otomatis.
Hasil rekomendasi yang muncul juga dibuat lebih personal bagi pengguna. Riwayat pencarian serta lokasi yang pernah disimpan di Maps ikut menjadi referensi.
Pendekatan ini membuat hasil pencarian terasa lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna. Rekomendasi yang muncul dapat menyesuaikan preferensi perjalanan atau aktivitas tertentu.
Integrasi data komunitas dan AI menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan fitur ini.
Ask Maps Terhubung dengan Fitur Utama Google Maps
Fitur Ask Maps tidak berdiri sendiri di dalam aplikasi. Teknologi ini terhubung langsung dengan berbagai fungsi utama yang sudah ada di Google Maps.
Setelah menemukan lokasi yang sesuai, pengguna dapat langsung melakukan berbagai tindakan. Misalnya melakukan reservasi restoran tanpa meninggalkan aplikasi.
Pengguna juga dapat menyimpan lokasi ke daftar favorit atau membagikannya kepada teman. Semua proses tersebut dapat dilakukan dalam satu alur penggunaan.
Integrasi ini membuat pengalaman pengguna menjadi lebih praktis. Pengguna tidak perlu berpindah aplikasi untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan perjalanan.
Dengan sistem yang terhubung seperti ini, Google Maps semakin berfungsi sebagai platform pencarian tempat yang lengkap.
Google Perkenalkan Immersive Navigation dengan Visual 3D
Selain Ask Maps, Google juga memperkenalkan pembaruan navigasi bernama Immersive Navigation. Google menyebut ini sebagai peningkatan terbesar bagi Maps dalam lebih dari satu dekade.
Navigasi baru ini menghadirkan tampilan visual yang didesain ulang. Peta kini menampilkan model tiga dimensi yang lebih detail.
Bangunan, jalan layang, serta kontur wilayah dapat terlihat dengan lebih jelas. Tampilan ini membantu pengguna memahami kondisi rute sebelum memulai perjalanan.
Ketika navigasi aktif, Maps akan menyoroti elemen penting di jalan. Informasi seperti jalur kendaraan, penyeberangan, lampu lalu lintas, dan rambu berhenti akan ditampilkan secara visual.
Teknologi ini memanfaatkan analisis gambar dunia nyata dari Street View serta foto udara terbaru. Hasilnya, pengguna dapat melihat kondisi rute secara lebih akurat.
Sistem ini juga menghadirkan panduan suara yang lebih natural. Pengguna dapat menerima saran rute alternatif yang lebih cepat atau lebih lengang.
“Baca Juga: Rudal Iran Hantam Israel Saat Netanyahu Ancam Khamenei”
Peluncuran Fitur Dimulai di Amerika Serikat dan India
Untuk tahap awal, fitur Ask Maps baru tersedia di Amerika Serikat dan India. Layanan ini dapat digunakan melalui perangkat Android maupun iOS.
Sementara itu, Immersive Navigation mulai dirilis lebih dulu di Amerika Serikat. Google berencana memperluas dukungan fitur ini dalam beberapa bulan mendatang.
Perluasan tersebut akan mencakup lebih banyak perangkat. Beberapa di antaranya termasuk CarPlay, Android Auto, serta kendaraan yang menggunakan sistem Google built-in.
Jika fitur ini tersedia secara global, Google Maps dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar aplikasi navigasi. Integrasi AI berpotensi menjadikan Maps sebagai asisten pencarian tempat berbasis kecerdasan buatan.
Perubahan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai mengubah cara pengguna menemukan dan menjelajahi dunia di sekitar mereka.




Leave a Reply