Artemis II Siap Diluncurkan, Misi Bulan April

Artemis II Siap Diluncurkan, Misi Bulan April

plainviews.org  NASA kembali memindahkan roket Space Launch System untuk misi Artemis II ke landasan peluncuran. Roket setinggi 98 meter ini menuju Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida. Pemindahan ini menandai tahap penting dalam persiapan misi berawak ke Bulan.

Roket bersama wahana Orion menempuh jarak sekitar 6,4 kilometer dari gedung perakitan. Proses ini dilakukan secara perlahan dan terkontrol. Langkah tersebut menjadi bagian dari prosedur standar NASA.

“Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz”

Pemindahan dimulai pada dini hari dalam kondisi gelap. Roket bergerak perlahan menuju pesisir Atlantik. Proses ini diawasi ketat oleh tim teknis NASA.

Proses Pemindahan Super Lambat demi Keamanan Maksimal

Roket SLS memiliki berat sekitar 5.000 ton. Untuk memindahkannya, NASA menggunakan Crawler-Transporter-2. Kendaraan ini telah digunakan sejak era program Saturn V.

Kecepatan maksimum kendaraan hanya sekitar 1,6 kilometer per jam. Dalam kondisi tertentu, kecepatannya lebih lambat. Perjalanan sejauh 6 kilometer dapat memakan waktu hingga 12 jam.

NASA mengibaratkan proses ini seperti memindahkan benda sangat berharga. Gerakan lambat diperlukan untuk menghindari tekanan berlebih. Hal ini penting untuk menjaga integritas struktur roket.

Tim teknis juga memanfaatkan waktu tersebut untuk memantau kondisi roket. Setiap pergerakan diawasi secara detail. Pendekatan ini memastikan keselamatan perangkat bernilai tinggi.

Masalah Sistem Helium Sempat Tunda Persiapan Peluncuran

Sebelumnya, roket SLS sempat mengalami kendala teknis. Pada Maret 2026, sistem helium menunjukkan gangguan. Masalah ini terdeteksi saat uji pengisian bahan bakar.

Helium berfungsi menjaga tekanan pada tangki propelan. Gangguan pada sistem ini berisiko mengganggu performa mesin. NASA memutuskan menarik roket kembali ke gedung perakitan.

Teknisi kemudian mengganti katup dan komponen yang bermasalah. Beberapa baterai sistem penting juga diganti. NASA menyatakan seluruh perbaikan kini telah selesai.

NASA Lakukan Pengujian Akhir dan Simulasi Peluncuran

Setelah tiba di landasan, tim teknis melakukan serangkaian pengujian lanjutan. Mereka memastikan semua sistem berfungsi optimal. Proses ini berlangsung selama beberapa hari.

NASA juga akan melakukan simulasi hitung mundur. Simulasi dilakukan tanpa pengisian bahan bakar. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan operasional.

Setelah pengujian selesai, tim manajemen misi akan melakukan evaluasi. Mereka akan menentukan kelayakan peluncuran. Keputusan ini menjadi tahap akhir sebelum misi dimulai.

“Baca Juga: BRINC Guardian Gunakan Starlink untuk Jangkauan Lebih Luas”

Jadwal Peluncuran dan Misi Bersejarah Artemis II

NASA menargetkan peluncuran pada 1 April 2026 pukul 18:24 EDT. Jika tertunda, tersedia jadwal cadangan hingga 6 April. Kesempatan terakhir peluncuran dijadwalkan pada 30 April.

Misi Artemis II akan membawa empat astronaut. Mereka adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Para astronaut saat ini menjalani karantina prapenerbangan.

Misi ini akan berlangsung selama 10 hari. Para astronaut akan mengelilingi sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi. Ini menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis.

Keberhasilan Artemis II sangat penting bagi rencana NASA selanjutnya. Misi ini akan membuka jalan menuju Artemis III dan Artemis IV. Program tersebut menargetkan pendaratan manusia di Bulan dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *