plainviews.org – CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mengubah secara radikal industri tradisional dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, robot humanoid akan memainkan peran penting dalam transformasi ini, memulai dari sektor manufaktur hingga ke banyak industri lainnya.
“Baca Juga: Senator AS Tantang Rencana Donald Trump Serang Venezuela”
PENERAPAN AI DI PABRIK KENDARAAN LISTRIK XIAOMI
Dalam wawancara dengan Beijing Daily, Lei memberikan contoh penerapan AI yang sudah mulai diterapkan di pabrik kendaraan listrik Xiaomi. Salah satu contohnya adalah sistem sinar-X yang dilengkapi dengan model AI visual untuk memeriksa komponen die-cast besar. Teknologi ini dapat memeriksa komponen yang biasanya lambat dan rawan kesalahan dalam waktu dua detik, meningkatkan efisiensi proses manufaktur secara signifikan.
KOLABORASI INDUSTRI DAN PENTINGNYA EKOSISTEM AI
Lei juga menekankan bahwa pengembangan AI dalam industri manufaktur bukanlah tugas yang bisa dilakukan oleh satu perusahaan saja. Untuk itu, kolaborasi antara perusahaan dan ekosistem industri akan sangat penting. Kemitraan akan membantu meningkatkan skala penerapan AI di berbagai sektor dan mempercepat penerapan teknologi canggih ini di seluruh dunia. Dengan bekerja sama, perusahaan dapat berbagi pengetahuan, sumber daya, dan teknologi, mempercepat inovasi, serta memastikan bahwa AI dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing di tingkat global. Kolaborasi ini juga penting untuk mengatasi tantangan etika dan regulasi yang muncul seiring perkembangan teknologi.
XIAOMI MERENCANAKAN PENGGUNAAN ROBOT HUMANOID DI PABRIK
Xiaomi berencana untuk mengintegrasikan robot humanoid di seluruh pabriknya dalam lima tahun ke depan. Robot-robot ini akan mengambil alih banyak tugas yang saat ini masih dilakukan oleh pekerja manusia, terutama di jalur perakitan. Lei Jun menggambarkan rencana ini sebagai langkah pertama dalam memanfaatkan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan di masa depan.
PERINGATAN LAYANAN PRODUKSI MURAH DAN INOVASI CINA
Lei juga memberikan peringatan terhadap sektor manufaktur di China, agar tidak terus bergantung pada tenaga kerja murah. Ia menekankan pentingnya beralih ke model produksi yang lebih cerdas dan otomatis untuk memastikan bahwa China tetap menjadi pemimpin dalam industri global. Untuk itu, ia mendorong sektor manufaktur untuk fokus pada inovasi dan otomatisasi yang dapat meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
“Baca Juga: ChatGPT Alami Gangguan Global, Data Percakapan Hilang Tiba-Tiba”
PERKEMBANGAN XIAOMI DI BIDANG ROBOTIKA DAN KENDARAAN LISTRIK
Sebagai bukti komitmennya terhadap teknologi canggih, Xiaomi telah memulai pengembangan robot humanoid sejak 2022 dengan meluncurkan CyberOne sebagai prototipe. Sejak itu, Xiaomi terus memperluas riset di bidang AI dan robotika, dengan tujuan tidak hanya menciptakan kendaraan listrik pintar, tetapi juga mempercepat adopsi otomatisasi dalam proses produksi yang lebih luas.
Ke depan, Xiaomi berencana untuk terus berinovasi dalam bidang robotika dan AI, serta memperkenalkan lebih banyak produk yang dapat merubah cara industri beroperasi di berbagai sektor.




Leave a Reply