plainviews.org – Pebblebee resmi meluncurkan perangkat terbaru bernama Pebblebee Halo. Produk ini membawa konsep tracker ke fungsi yang lebih luas. Jika sebelumnya dikenal sebagai pelacak barang, kini Pebblebee menghadirkan alat perlindungan diri. Halo dirancang untuk meningkatkan keamanan pengguna dalam berbagai situasi. Perangkat ini dapat digunakan untuk melacak barang sekaligus memberikan perlindungan darurat. Pendekatan ini menunjukkan inovasi Pebblebee di kategori perangkat wearable kecil. Halo menjadi solusi bagi pengguna yang menginginkan keamanan tambahan dalam aktivitas sehari-hari. Kehadirannya juga menandai tren baru pada perangkat pelacak modern.
“Baca Juga: Dimensity 9600 Pro Digadang Setara Performa Desktop”
Dukungan Google Find Hub dan Apple Find My dalam Satu Perangkat
Salah satu keunggulan utama Pebblebee Halo adalah fleksibilitas ekosistemnya. Perangkat ini mendukung Google Find Hub untuk pengguna Android. Selain itu, Halo juga kompatibel dengan Apple Find My untuk pengguna iPhone. Dukungan ganda ini membuatnya lebih fleksibel dibanding perangkat sejenis. Pengguna tidak perlu khawatir soal kompatibilitas sistem operasi. Hal ini menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada tracker lain. Pebblebee berhasil menghadirkan solusi lintas platform dalam satu perangkat. Dengan begitu, pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis dan luas.
Desain Lebih Besar dengan Baterai Isi Ulang dan Lampu LED
Dari sisi desain, Pebblebee Halo memiliki ukuran sedikit lebih besar dibanding AirTag. Hal ini karena perangkat menyimpan baterai yang dapat diisi ulang. Pengisian dilakukan melalui port USB-C yang lebih modern dan praktis. Selain itu, perangkat dilengkapi lampu LED yang berfungsi sebagai senter darurat. Cahaya yang dihasilkan cukup terang untuk ukuran perangkat kecil. Desain ini memberikan fungsi tambahan di luar pelacakan. Material yang digunakan juga dirancang kokoh untuk penggunaan harian. Pebblebee memastikan perangkat tetap tahan dalam berbagai kondisi.
Sistem Alarm 130dB dan Lampu Strobo untuk Situasi Darurat
Fitur utama Halo terletak pada sistem keamanannya yang intuitif. Pengguna dapat mengaktifkan alarm dengan menarik bagian bawah perangkat. Saat aktif, perangkat akan mengeluarkan sirine dengan kekuatan 130dB. Selain itu, lampu strobo dengan output 150 lumen juga akan menyala. Kombinasi ini dirancang untuk menarik perhatian di situasi darurat. Alarm juga dapat diaktifkan dengan menekan tombol sebanyak lima kali. Sistem ini memudahkan penggunaan dalam kondisi panik. Pendekatan ini menunjukkan fokus pada keselamatan pengguna. Halo dirancang agar mudah diakses dalam situasi kritis.
“Baca Juga: Oracle Pangkas 30 Ribu Karyawan, AI Jadi Faktor”
Kirim Lokasi Darurat Otomatis dan Harga Sekitar Rp1 Jutaan
Pebblebee Halo tidak hanya mengandalkan alarm sebagai fitur keamanan. Perangkat ini juga dapat mengirimkan lokasi pengguna secara otomatis. Informasi tersebut dikirim ke kontak darurat melalui aplikasi Pebblebee. Fitur ini memastikan bantuan dapat segera diberikan saat dibutuhkan. Magnet pada gantungan juga dirancang kuat agar tidak mudah terlepas. Namun, tetap mudah digunakan saat kondisi darurat. Pebblebee Halo dibanderol dengan harga USD 59,99. Jika dikonversi, harganya berada di kisaran Rp1 jutaan. Dengan fitur yang ditawarkan, perangkat ini menjadi solusi keamanan praktis dan modern.




Leave a Reply