plainviews.org – Sebuah laporan terbaru mengungkap kemungkinan perubahan besar di rantai pasokan Apple. Untuk pertama kalinya, Intel dikabarkan akan memproduksi chip iPhone pada 2028. Menurut analis GF Securities, Jeff Pu, Intel kemungkinan akan memproduksi chip seri A22 untuk model non-Pro. Chip ini diprediksi digunakan pada iPhone 20 dan iPhone 20e. Informasi ini dilaporkan oleh MacRumors, yang menyebut Intel tengah menegosiasikan bagian signifikan dari produksi chip iPhone.
“Baca Juga:Tiiny AI Perkenalkan Pocket Lab, Mini PC Jalankan LLM di Saku”
Alasan Apple Memperluas Basis Pemasok
TSMC telah lama menjadi pemasok utama chip Apple karena kemampuannya memproduksi chip dengan performa tinggi dan efisiensi energi. Namun pandemi global menyoroti risiko ketergantungan Apple pada satu pemasok dan satu wilayah. Gangguan logistik di Asia membuat Apple mempertimbangkan produksi di India dan Vietnam. Langkah ini juga terkait dengan strategi diversifikasi manufaktur agar lebih dekat dengan Amerika Utara. Dengan begitu, Apple dapat meminimalkan risiko keterlambatan akibat pengiriman antarbenua.
Strategi Diversifikasi dan Kebijakan Pemerintah AS
Diversifikasi pemasok Apple didukung oleh beberapa faktor, termasuk keberhasilan TSMC di Arizona dan peran Texas Instruments menyuplai komponen analog penting. Subsidi, tarif, dan tekanan politik mendorong produksi chip lokal di Amerika Serikat. Keputusan Apple untuk bekerja dengan Intel juga mencerminkan strategi perusahaan menghadapi risiko geopolitik. Hal ini memungkinkan Apple menjaga produksi tetap stabil meski terjadi gangguan di wilayah Asia Timur. Strategi diversifikasi ini juga memperkuat rantai pasok Apple secara keseluruhan, mengurangi ketergantungan pada satu wilayah atau pemasok tunggal, serta memastikan ketersediaan komponen penting bagi produk-produk baru, termasuk iPhone, iPad, dan Mac, tanpa hambatan signifikan.
Intel Menjadi Kandidat Strategis
Intel menjadi kandidat relevan karena kapasitas produksi besar di Amerika Serikat. Keberadaan fasilitas lokal mengurangi risiko keterlambatan logistik dan menambah keuntungan geopolitik. Intel sendiri terdorong untuk menarik Apple sebagai klien setelah beberapa tahun tertinggal dari TSMC. Dalam dua tahun terakhir, Intel berinvestasi besar untuk mengembangkan proses fabrikasi 18A dan 14A. Kesepakatan dengan Apple menjadi validasi bahwa Intel kembali kompetitif di industri chip.
“Baca Juga: Netflix Sebut Warner Bros Games Tak Punya Nilai dalam Akuisisi”
Dampak dan Masa Depan Rantai Pasokan Apple
Jika Intel resmi memproduksi chip untuk Apple, ini menandai perubahan signifikan dalam rantai pasokan iPhone. Apple dapat mengurangi ketergantungan pada TSMC sekaligus memperkuat posisi manufaktur di Amerika Utara. Jeff Pu menilai peningkatan kemampuan Intel, terutama proses 14A, membuat perusahaan ini semakin menarik sebagai partner Apple. Strategi diversifikasi ini memungkinkan Apple menjaga stabilitas produksi sambil meminimalkan risiko geopolitik dan logistik. Ke depan, kolaborasi ini bisa menjadi model bagi perusahaan teknologi lain yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu pemasok.




Leave a Reply