Hisense Rilis A10 dengan Dua Layar Berbeda

Hisense Rilis A10 dengan Dua Layar Berbeda

plainviews.org  Hisense memperkenalkan pendekatan baru pada smartphone berbasis e-ink melalui Hisense A10. Berbeda dengan kebanyakan smartphone yang hanya mengandalkan satu layar utama, perangkat ini menggabungkan layar e-ink di bagian depan dengan layar LCD modular yang dapat dipasang di bagian belakang.

Konsep tersebut ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kenyamanan membaca menggunakan layar e-ink, tetapi tetap membutuhkan tampilan berwarna dengan refresh rate lebih tinggi untuk aktivitas tertentu.

“Baca Juga: HMD Asha 505 Tampil dengan Desain Mirip Lumia 830″

Dengan desain modular, Hisense menawarkan fleksibilitas yang belum banyak ditemukan pada smartphone modern. Pengguna dapat menyesuaikan konfigurasi perangkat sesuai kebutuhan tanpa harus selalu menggunakan dua layar secara bersamaan.

Layar E-Ink 6,13 Inci Dirancang untuk Pengalaman Membaca yang Nyaman

Pada bagian depan, Hisense A10 menggunakan layar e-ink berukuran 6,13 inci. Jenis panel ini dikenal mampu memberikan pengalaman membaca yang menyerupai buku elektronik atau e-book reader.

Layar e-ink memiliki keunggulan dalam hal kenyamanan mata, terutama saat digunakan untuk membaca dalam waktu lama. Selain itu, teknologi ini juga mengonsumsi daya lebih rendah dibandingkan panel LCD maupun OLED konvensional.

Karena karakteristik tersebut, smartphone ini cocok digunakan untuk membaca dokumen, buku digital, maupun artikel tanpa menyebabkan kelelahan mata yang berlebihan.

Pendekatan ini membuat Hisense A10 tampil berbeda dibandingkan smartphone Android pada umumnya yang lebih mengutamakan layar berwarna sebagai tampilan utama.

Modul LCD Magnetik Hadir sebagai Layar Tambahan

Saat membutuhkan tampilan yang lebih responsif, pengguna dapat memasang modul layar LCD ke bagian belakang smartphone. Hisense menggunakan mekanisme magnet sehingga proses pemasangan dan pelepasan dapat dilakukan dengan mudah.

Modul tersebut berfungsi sebagai layar tambahan yang menawarkan refresh rate lebih tinggi dibandingkan panel e-ink. Dengan begitu, pengguna dapat beralih ke tampilan LCD ketika menjalankan aplikasi yang membutuhkan animasi lebih mulus.

Meski demikian, Hisense masih belum mengungkap ukuran layar, resolusi, maupun spesifikasi teknis dari modul LCD tersebut. Informasi lebih rinci kemungkinan akan diumumkan menjelang ketersediaan produk di pasaran.

Perusahaan juga memastikan bahwa modul layar LCD dijual secara terpisah. Artinya, pengguna perlu membelinya sebagai aksesori tambahan apabila menginginkan pengalaman dua layar.

Dukung Android 16, Jaringan 5G, dan Chip Snapdragon 4 nm

Selain menawarkan konsep layar yang unik, Hisense A10 juga dibekali spesifikasi modern. Smartphone ini telah mendukung jaringan 5G untuk konektivitas yang lebih cepat.

Perangkat menjalankan sistem operasi Android 16 sejak pertama kali digunakan. Kehadiran versi Android terbaru diharapkan memberikan kompatibilitas yang lebih baik dengan berbagai aplikasi modern.

Pada sektor performa, Hisense mengandalkan chipset Snapdragon yang diproduksi menggunakan proses fabrikasi 4 nanometer. Namun, perusahaan masih belum mengungkap model chipset yang digunakan.

Meski detail prosesornya belum tersedia, penggunaan teknologi fabrikasi 4 nm menunjukkan fokus pada efisiensi daya dan peningkatan performa dibandingkan generasi yang lebih lama.

“Baca Juga: PS5 Pro Jadi Platform Terbaik AC Black Flag Resynced”

Harga Hisense A10 dan Perbandingan dengan Konsep Serupa

Hisense memasarkan A10 di China dengan harga sekitar 4.000 yuan atau setara Rp10 jutaan. Sementara itu, modul layar LCD magnetik diperkirakan dijual dengan harga sekitar 3.000 yuan atau sekitar Rp8 jutaan.

Apabila smartphone dan modul layar dibeli secara bersamaan, total biaya yang perlu dikeluarkan mencapai sekitar 7.000 yuan atau sekitar Rp18 jutaan. Harga tersebut menempatkan Hisense A10 di segmen premium dengan pendekatan yang lebih mengutamakan inovasi dibandingkan spesifikasi semata.

Konsep smartphone e-ink dengan dua layar sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, Bigme telah memperkenalkan Hibreak Dual 2 yang juga menggabungkan layar e-ink dan LCD dalam satu perangkat.

Perbedaannya terletak pada pendekatan desain. Bigme menyatukan kedua layar secara permanen pada bodi smartphone, sedangkan Hisense memilih desain modular yang memungkinkan pengguna memasang atau melepas layar LCD sesuai kebutuhan.

Melalui Hisense A10, perusahaan menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman membaca menggunakan layar e-ink tanpa kehilangan fleksibilitas layar LCD. Konsep modular tersebut menunjukkan upaya Hisense menghadirkan inovasi baru di pasar smartphone yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan pilihan penggunaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *