AI Dongkrak Pendapatan Longsys Hampir 74%

AI Dongkrak Pendapatan Longsys Hampir 74%

plainviews.org  Perusahaan memori asal China, Shenzhen Longsys Electronics, memproyeksikan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada semester pertama 2026. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan chip memori dan perangkat penyimpanan untuk infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.

Longsys merupakan perusahaan induk dari merek penyimpanan Lexar yang telah dikenal di pasar global. Seiring pesatnya perkembangan industri AI, kebutuhan terhadap komponen memori berkapasitas tinggi terus meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi produsen semikonduktor.

“Baca Juga: Square Enix Buka Peluang Final Fantasy Turn Based”

Perusahaan memperkirakan laba bersihnya akan meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut juga mencerminkan besarnya permintaan terhadap solusi memori untuk pusat data dan server AI.

Selain peningkatan laba, Longsys juga memperkirakan pendapatan perusahaan akan mengalami pertumbuhan lebih dari dua kali lipat sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Laba dan Pendapatan Longsys Diperkirakan Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

Longsys memperkirakan laba bersih semester pertama 2026 berada pada kisaran 1,36 miliar dolar Amerika Serikat hingga 1,62 miliar dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut setara sekitar Rp24,56 triliun hingga Rp29,25 triliun.

Jika proyeksi tersebut tercapai, pertumbuhan laba perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 73,636 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendapatan, Longsys memproyeksikan pemasukan sebesar 3,24 miliar dolar Amerika Serikat hingga 3,68 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut setara sekitar Rp55 triliun hingga Rp62,6 triliun.

Perusahaan menyebut pendapatan tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini memperlihatkan tingginya permintaan pasar terhadap produk memori dan storage untuk berbagai kebutuhan AI.

Permintaan Infrastruktur AI Dorong Kebutuhan Chip Memori

Pertumbuhan bisnis Longsys tidak terlepas dari pesatnya pembangunan infrastruktur AI di berbagai negara. Pusat data yang menjalankan model kecerdasan buatan membutuhkan kapasitas memori dan media penyimpanan dalam jumlah besar.

Untuk menjaga kelancaran produksi, Longsys mengungkapkan bahwa perusahaan telah menjalin kontrak pasokan jangka panjang dengan sejumlah pemasok wafer memori.

Perusahaan tidak mengungkap identitas mitra pemasok tersebut. Namun, sejumlah perusahaan China saat ini diketahui mulai mengandalkan CXMT dan YMTC sebagai penyedia komponen memori domestik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan sekaligus memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Strategi pengamanan rantai pasok menjadi semakin penting di tengah tingginya kebutuhan industri AI global.

Produsen Global Mulai Melirik Chip Memori Buatan China

Meningkatnya permintaan chip memori juga menarik perhatian berbagai perusahaan teknologi internasional. Sejumlah laporan menyebut beberapa produsen perangkat global mulai mempertimbangkan penggunaan chip dari perusahaan China.

Beberapa nama yang disebut antara lain Corsair, Dell, HP, hingga Apple. Perusahaan-perusahaan tersebut dikabarkan mulai melirik atau mengupayakan akses terhadap chip memori produksi CXMT dan YMTC.

Langkah tersebut diperkirakan berkaitan dengan kondisi pasokan memori global yang masih terbatas. Kelangkaan komponen diproyeksikan dapat berlangsung hingga tahun 2027 sehingga perusahaan berupaya memperluas sumber pasokan.

Apabila tren tersebut terus berlanjut, produsen memori asal China berpotensi memperoleh peran yang semakin besar dalam rantai pasok industri semikonduktor dunia.

“Baca Juga: Minecraft Terbukti Perkuat Bisnis Xbox Selama Ini”

Longsys Siapkan Investasi Baru untuk Mengembangkan Produk AI

Prospek bisnis yang positif turut mendorong kenaikan harga saham Longsys. Saham perusahaan dilaporkan meningkat sekitar 12,5 persen setelah proyeksi kinerja keuangan tersebut diumumkan.

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Longsys juga telah memperoleh izin untuk menghimpun dana hingga 544 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp9,82 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat pengembangan produk memori dan storage.

Fokus investasi perusahaan diarahkan pada solusi yang mendukung kebutuhan industri kecerdasan buatan. Permintaan terhadap memori berkecepatan tinggi diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya pusat data dan layanan AI di berbagai sektor.

Melalui strategi ekspansi tersebut, Longsys berupaya memperkuat posisinya di pasar memori global. Pertumbuhan permintaan komponen AI menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di industri semikonduktor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *