plainviews.org – PT BYD Motor Indonesia mencatat pencapaian positif di segmen mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Presiden Direktur Eagle Zhao memaparkan, kombinasi merek BYD dan Denza kini menguasai 57 persen pangsa pasar BEV domestik. Sejak dua tahun lalu, pangsa pasar BEV hanya 2 persen, meningkat menjadi 5 persen, dan kini mencapai 12 persen dalam tiga tahun terakhir. Total penjualan kedua merek telah melampaui 47.300 unit, menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar otomotif nasional.
“Baca Juga: Piaggio Liberty S Meluncur dengan Desain Segar, Harga Rp 39,5 Juta”
Data Penjualan Wholesales dan Retail 2025
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penyaluran dari pabrik ke diler atau wholesales BYD dari Januari hingga November 2025 mencapai 40.151 unit, sementara Denza menyentuh 7.176 unit. Untuk distribusi dari diler ke konsumen langsung, BYD terjual 39.289 unit dan Denza 7.047 unit. Eagle Zhao menegaskan bahwa pertumbuhan ini tidak lepas dari dukungan insentif pemerintah yang mempermudah penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik. Ia membandingkan pencapaian Indonesia dengan China, di mana pertumbuhan serupa memerlukan waktu delapan tahun, sementara Indonesia hanya tiga tahun.
Distribusi Penjualan dan Pertumbuhan Regional
BYD saat ini menempati posisi ke-6 untuk penjualan wholesales dan retail, sementara Denza berada di peringkat ke-13. Eagle menambahkan, beberapa bulan terakhir, pabrikan berhasil menyuplai hingga 10 ribu unit per bulan. Jabodetabek menjadi kontributor utama, menyumbang lebih dari 25 persen penjualan, artinya setiap lima mobil terjual satu adalah BEV. Pertumbuhan pasar BEV pada November 2025 tercatat 15 persen, menunjukkan tren positif yang didorong oleh insentif pemerintah dan kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Komitmen BYD dan Denza pada Layanan Purna Jual
Selain menekankan pencapaian penjualan, Eagle Zhao menyoroti pengembangan layanan purna jual. BYD dan Denza berencana memperkuat jaringan servis, suku cadang, dan dukungan teknis. Langkah ini bertujuan meningkatkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik sekaligus membangun kepercayaan konsumen. Infrastruktur pengisian daya dan ekosistem mobil listrik juga menjadi fokus utama, mendukung penetrasi BEV lebih luas di Indonesia.
Selain itu, perusahaan berencana mengimplementasikan program pelatihan bagi teknisi lokal, memperluas pusat layanan resmi, dan meningkatkan ketersediaan suku cadang. Strategi ini diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik, meminimalkan kendala operasional bagi pemilik, serta menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan handal bagi pertumbuhan industri mobil listrik di pasar Indonesia.
“Baca Juga: Intel Bakal Produksi Chip iPhone Baru Mulai 2028 Bersama Apple”
Strategi Pertumbuhan dan Prospek Industri BEV
Eagle Zhao menekankan pentingnya kombinasi inovasi produk, dukungan pemerintah, dan penguatan ekosistem untuk memperluas pasar BEV. Ia menekankan bahwa pertumbuhan cepat di Indonesia menunjukkan potensi besar bagi industri otomotif ramah lingkungan. Selain itu, pabrikan terus berinvestasi pada teknologi baterai, kendaraan, dan pengembangan model baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen perkotaan. Dengan tren ini, BYD dan Denza diharapkan mempertahankan posisi dominan sambil mendorong pertumbuhan BEV nasional.




Leave a Reply