Ramai WNI Kerja di Kamboja, Solusi atau Ancaman?

Ramai WNI Kerja di Kamboja, Solusi atau Ancaman?

plainviews.org   JAKARTA – Pemerintah kembali mengangkat isu ketenagakerjaan luar negeri sebagai solusi atas tingginya angka pengangguran di Indonesia. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyarankan agar warga negara Indonesia (WNI), khususnya mahasiswa, mulai mempertimbangkan bekerja ke luar negeri, termasuk ke Kamboja.

Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Migrant Center di Universitas Diponegoro, Semarang. Dalam acara tersebut, Karding menyoroti angka pengangguran terbuka di Jawa Tengah yang hampir menyentuh satu juta jiwa. Ia menilai, bekerja di luar negeri bisa menjadi solusi alternatif yang realistis.

“Di Jawa Tengah ada hampir satu juta pengangguran yang belum terserap. Anda sebagai calon tenaga kerja harus mulai berpikir bekerja ke luar negeri, termasuk ke Kamboja,” ujar Karding, Kamis (26/6/2025).

Kamboja menjadi salah satu tujuan yang kini banyak dilirik oleh pekerja migran Indonesia. Negara tersebut menawarkan berbagai peluang kerja di sektor manufaktur, jasa, dan digital, meskipun fasilitas dan upah belum sebanding dengan negara-negara Asia lainnya.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, termasuk ke Kamboja, harus dilakukan dengan mekanisme resmi. Langkah ini bertujuan memastikan perlindungan hukum dan hak-hak tenaga kerja tetap terpenuhi.

“Baca Juga: Apple Kembangkan Kacamata Pintar Tanpa Teknologi AR“

Melalui Migrant Center, mahasiswa dan calon pekerja migran diharapkan mendapat edukasi yang memadai sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mengawasi proses migrasi tenaga kerja agar tidak menimbulkan masalah sosial di kemudian hari.

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, meluruskan kabar yang menyebut dirinya meminta warga negara Indonesia (WNI) bekerja di luar negeri, termasuk ke Kamboja, karena kekurangan lapangan kerja di dalam negeri.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional KemenP2MI, Karding menegaskan bahwa pernyataannya disalahartikan. Ia menyebut dirinya tidak pernah memaksa masyarakat, melainkan hanya menawarkan peluang logis untuk mengurangi pengangguran.

“Saya kampanye agar anak-anak muda, termasuk mahasiswa, bisa mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri, termasuk Kamboja,” kata Karding di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa tugas utama KemenP2MI adalah melindungi dan menempatkan pekerja migran Indonesia di luar negeri secara aman dan legal. Informasi peluang kerja di luar negeri memang menjadi tanggung jawab kementeriannya, sementara urusan pekerjaan dalam negeri dipegang oleh Kemnaker.

“Baca Juga: Dedi Mulyadi Kirim Pelajar Bandel ke Barak Militer”

Karding juga menekankan bahwa bekerja di luar negeri, seperti di Kamboja, adalah bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia yang belum terserap di dalam negeri.

Selain memperluas jaringan kerja internasional, KemenP2MI juga terus meningkatkan pelatihan dan diplomasi ekonomi agar calon pekerja migran Indonesia bisa lebih kompetitif.

“Kami hanya menawarkan alternatif yang legal, aman, dan disertai perlindungan. Bukan karena dalam negeri tak punya lapangan kerja,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tidak keliru memahami konteks penempatan pekerja migran. Edukasi dan sosialisasi akan terus ditingkatkan agar warga memahami proses kerja luar negeri secara utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *